Cara Menentukan Waktu Penyinaran Afdruk

Pada tulisan yang lalu mengenai Cara Afdruk, saya berjanji untuk membahas cara penentuan waktu penyinaran. Rupanya, masalah penentuan waktu ini menjadi misteri bagi beberapa orang yang  mencoba untuk menangani pengafdrukan sendiri.

Banyak merk obat afdruk yang beredar di pasaran, dan pada umumnya masing-masing produk sudah merekomendasikan ukuran waktu penyinaran. Tetapi informasi produk tersebut tidak menjelaskan lebih rinci bahwa waktu penyinaran itu dipengaruhi oleh beberapa faktor lain.

Perlu kita ketahui bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi waktu penyinaran itu antara lain:

  1. Besaran Watt lampu yang digunakan.
  2. Jumlah lampu yang digunakan.
  3. Jarak antara Bidang yang akan diafdruk dengan Lampu.
  4. Ukuran Mesh ( halus kasarnya) bahan kain screen.
  5. Faktor X dari Arus Listrik.

Disini saya akan membahas cara menentukan waktu penyinaran afdruk dengan melakukan eksperimen. Saya berasumsi bahwa ke lima faktor di atas pada ruang afdruk anda berbeda dengan ruang afdruk saya.

Seperti yang mungkin anda telah ketahui, eksperimen tidak menjamin kesuksesan pada percobaan yang pertama ataupun yang ke dua. Harapan saya, bila eksperimen anda tidak berhasil pada percobaan yang pertama, ke dua, ataupun yang ke tiga, eksperimen berikutnya  akan membuahkan hasil sukses.

Kunci sukses: Jangan cepat putus asa atau frustrasi. Belajarlah dari tiap kegagalan tersebut agar kita tidak mengulanginya di masa mendatang.

OK, untuk menghemat waktu mari kita mulai belajar dari “kegagalan” ini! Nah apapun obat afdruk yang anda pakai, pasti anda tetap akan berhasil melakukan pengafdrukan ini.

ILUSTRASI

Untuk eksperimen ini, siapkan secarik kertas dan pulpen.

  1. Beri titik disebelah kira dan beri tanda angka 0
  2. Kemudian tarik garis lurus secara horizontal kearah kanan
  3. Beri titik disebelah kanan dan beri tanda angka 20
  4. Selanjutnya beri titik tepat digaris tengahnya dan beri tanda 10
Garis waktu pertama

Garis waktu pertama

Eksperimen Pertama

Beri waktu penyinaran pada screen yang hendak diafdruk selama 10 menit.

Setelah 10 menit, lakukan tahap-tahap berikut ini:

Tahap I. Sebelum melakukan pengembangan dengan menyiram air pada screen, lihat dahulu apakah terlihat perbedaan bayangan yang terjiplak pada bahan screen tersebut?

Ada 2 kemungkinan yang terjadi disini:

  1. Bayangan gambar pada bahan kain screen tidak terlihat/timbul.
  2. Bayangan gambar pada bahan kain screen tersebut tampak dengan jelas.

Tahap II. Selanjutnya kita lakukan penyiraman dengan air dan mengembangkan gambar dengan cara menyemprotnya secara halus.

Ada 2 kemungkinan yang terjadi disini:

  1. Obat afdruk yang merekat pada bahan kain screen langsung larut bersama air saat kita siram.
  2. Bayangan gambar mulai terlihat lebih jelas lagi.

Jika pada tahap I dan tahap II, anda mendapatkan kemungkinan yg ke dua (bayangan gambar tampak jelas sebelum penyiraman DAN bayangan gambar terlihat lebih jelas lagi SESUDAH penyiraman dan penyemprotan), maka eksperimen pertama ini sudah sukses bagi anda.

Akan tetapi bila pada tahap I  dan tahap II, anda mendapat kemungkinan yg pertama (bayangan gambar pada screen tidak jelas dan/atau obat adruk pada screen larut), maka eksperimen ini gagal.
Anda sudah memiliki pengalaman dan kegagalan satu kali. Itu bagus untuk Anda!

Mengapa?

Karena Pengalaman dan Kegagalan adalah kunci Keberhasilan Anda
Selanjutnya mari kita lakukan eksperimen yang ke dua.
Ambil CATATAN Anda yang tadi, beri tanda pada angka 10 tadi dengan (-) yang artinya kurang waktu.
Sekarang beri tanda titik tepat ditengah garis antara angka 10 dan 20 dan beri angka 15

Garis Waktu Ke dua

Garis Waktu Ke dua

Eksperimen Ke dua

Mari kita lakukan pengafdrukan kembali dengan waktu penyinaran selama 15 menit.

Lakukan pengamatan seperti saat eksperimen pertama.
Jika ternyata setelah dilakukan penyiraman hasil yang didapat adalah sbb:

  1. Ada bayangan terlihat pada bahan screen
  2. Saat pengembangan dengan menyiram air, bayangan terlihat lebih jelas.
  3. Saat pengembangan lebih lanjut dengan menggunakan spray gun / semprotan ternyata gambar yang sudah timbul menjadi rontok atau hancur gambarnya.

Dari kegagalan ke 2 ini, kita dapat menyimpulkan bahwa waktu penyinaran masih belum sempurna dan masih belum cukup waktu penyinarannya.

Tidak apa-apa, jangan pantang menyerah karena anda sudah lebih berpengalaman.

Ambil kembali CATATAN kertas tadi dan beri tanda pada angka 15 dan beri tanda (-/+) yang artinya waktu penyinaran hampir mencukupi.

Eksperimen Ke tiga

Lakukan kembali pengafdrukan seperti di atas dan beri waktu penyinaran selama 20 menit.

Lakukan pengamatan seperti saat eksperimen sebelumnya.

Apabila ternyata setelah dilakukan penyiraman hasil yang didapat adalah sbb:

  1. Ada bayangan terlihat pada bahan screen
  2. Saat pengembangan dengan menyiram air, bayangan terlihat lebih jelas.
  3. Saat pengembangan lebih lanjut dengan menggunakan spray gun / semprotanternyata gambar yang sudah timbul tidak mudah tembus atau susah dibuka.

Dari hasil di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa waktu penyinaran yang diberikan ternyata terlalu lama, sehingga gambar yang ingin dibuka susah untuk ditembus dengan spray gun.

Wah capai juga yah jika gagal terus?

Sabar boss, ingat kegagalan adalah kunci sukses untuk mencapai keberhasilan.

Ambil kembali CATATAN yang tadi dan beri tanda pada angka 20 dengan tanda (+) yang berarti waktu penyinaran kelebihan/ terlalu lama.

Nah kini beri tanda titik lagi tepat ditengah antara angka 15 dan 20. Beri angka 17,5.

Garis Waktu Ke tiga

Garis Waktu Ke tiga

Keberhasilan.

Mungkin anda berpikir, “Wah gagal lagi gak neh???”

Tenang yang ini pasti berhasil boss.

Kenapa bisa saya yakin kalau ini berhasil? Karena dari pengalaman saat melakukan penyinaran 15 menit gambar sudah mulai terbuka namun akhirnya gambar yang timbul akhirnya rontok karena penyemprotan dengan menggunakan spray gun. Sedangkan, saat waktu penyinaran yang 20 menit ternyata gagal karena gambar tidak bisa dibuka. Kesimpulannya, anda harus menyesuaikan waktu penyinaran di antara 15 dan 20 menit.

Catatan:

Ini adalah ilustrasi dimana penempatan waktu bisa anda atur sendiri antara satuan menit atau puluhan menit, karena setiap penyinaran yang tepat itu tergantung dari beberapa faktor yang ikut mempengaruhinya, seperti yang saya jelaskan pada paragraf di awal artikel ini. Mengenai penjelasan lebih rinci dan rekomendasi tentang ke lima faktor tersebut di atas, kami akan bahas di tulisan mendatang. Jadi jangan lupa untuk sering-sering mengunjungi blog kami.

Mudah-mudahan pelajaran ini dapat bermanfaat bagi anda. Bila ada pertanyaan, silakan hubungi kami melalui komentar atau email.

Selamat mencoba.

Yuk bagi ilmu & info:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

177 thoughts on “Cara Menentukan Waktu Penyinaran Afdruk

  1. amy

    mantap mas gan, ane sering mengalami kejadian di atas. waktunya emang harus di sesuaikan. karena cuma ada 2 kemungkinan, emulsinya rontok semua pada saat di semprot (gambar rusak) dan emulsinya susah di rontokkan pada bagian gambar karena penyinaran sangat lama.

    1. Pak Dani

      ngafdruk samapi 1/2 jam?

      pakai berapa lampu?
      berapa watt tiap lampunya?
      jarak lampu dengan screen berapa cm?
      menggunakan obat afdruk apa?
      film yang digunakan apa?

  2. ade

    Salam pak dani. Semoga semakin sukses bisnisnya.
    Oh ya saya mau bertanya. Apakah ada tips utk meng-afdruk gambar atau tulisan yang kecil?
    Hasil afdruk tulisan kecil waktu saya spray gun. Tidak/susah banget tembusnya. Padahal kalau tulisan/gambar besar sangat mudah jika di spray gun.

    Apakah jika tulisan /gambar kecil berbeda juga jenis kasa nya?
    Terimakasih.

    1. Pak Dani

      film nya gunakan yang repro, atau bisa juga dengan transparan film khusus yang untuk sablon, bukan untuk yang OHP loh ya. itu beda jenis.

      lalu obat afdruknya juga gunakan yang kusus untuk teks halus, atau untuk raster.

  3. hizby

    om.. mau nanya sya mau melakukan penyinaran pakai matahari om.. apakah saat melakukan penyinaran dengan matahari itu desainnya di beri minyak goreng atau tidak

    saya desain sendiri langsung di kertas hvs kaga di print

    1. Pak Dani

      iya kalau menggunakan kertas hvs tentu harus diberi minyak, boleh minyak goreng atau minyak lainnya, intinya pemberian minyak bertujuan untuk membuat kertas hvs tersebut terlihat transparant.

      selama mencoba.

  4. ari hidayat

    mas dani, saya mau tanya, klo misalkan penyinaran berhasil, pas penyemprotan juga berhasil, tapi kok afdrukan saya mudah bubuk, tolong pencerahannya mas

    1. Pak Dani

      mudah bubuk? maksudnya mudah bocor?/ mudah terkelupas gitu?
      kalau seperti ini menyablonnya berapa banyak? kalau dibawah 1 lusin harusnya tidak akan terjadi seperti itu.
      tapi bila lebih dari 1 lusin itu bisa saja terjadi, untuk mengatasinya cukup dengan mengoleskan bahan penguat seperti harter.


Translate »