Cara Mengafdruk Film Sablon (bag I)

Untuk mencetak sablon (tradisional) di atas permukaan kertas, plastik, atau tekstil, anda perlu memindahkan gambar/desain yang akan dicetak ke kain kasa / screen di rangka sablon. Proses tersebut dinamakan Afdruk. Tahap-tahap pengafdrukan kami jelaskan sebagai berikut:

Dengan menggunakan Kuter/Cutter (lihat gambar 1), oleskan obat afdruk pada kain kasa / screen pada bagian luarnya terlebih dahulu. Dimulai dari bawah kearah atas dengan tekanan yang rata.

Gb 1. Cara Afdruk

Gb 1. Cara Afdruk

Ulangi 1x lagi dimulai dari bawah ke atas  (gambar 2) seraya meratakan obat afdruk yang sudah melapisi kain kasa/ screen tersebut.

Gb 2. Cara Afdruk

Gb 2. Cara Afdruk

Kemudian lakukan seperti tahap 1 & tahap 2 pada bagian dalam kain kasa/screen (gambar 3) sebanyak 2x hingga rata.

Gb 3. Cara Afdruk

Gb 3. Cara Afdruk

Bila obat afdruk sudah merata di semua permukaan kain kasa /screen maka dilanjutkan dengan proses pengeringan di tempat yang tidak terlalu banyak cahaya (Tidak terkena cahaya langsung) hingga seluruh permukaan kain kasa yang masih basah oleh obat afdruk menjadi kering.
Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan hairdryer / oven atau kipas angin yang diarahkan ke permukaan screen (gambar 4).

Gb 4. Cara Afdruk

Gb 4. Cara Afdruk

Tahap selanjutnya dengan menaruh gambar film / setting yang hendak di afdruk diatas kain kasa/ screen (gambar 5). Sebagai perekatnya dapat menggunakan selotip (cellotape).

Gb 5. Cara Afdruk

Gb 5. Cara Afdruk

Perlu diperhatikan:
Dalam meletakkan film harus terbalik/ dalam dunia percetakan disebut sebagai reverse image (tidak terbaca) seperti gambar 5b di bawah ini.

Gb 5b. Cara Afdruk

Gb 5b. Cara Afdruk

Catatan: Kami sengaja mengaburkan sebagian gambar di atas untuk melindungi privasi data klien kami.

Untuk tahap berikutnya yaitu penyinaran dan pengembangan gambar di kain kasa, akan kami bahas di tulisan yang akan datang. Untuk sementara ini bila anda mempunyai pertanyaan, saran, atau komentar, silakan tulis di bagian komentar blog ini.

Kami harap anda dapat mengambil manfaat dari tulisan ini dan kembali mengunjungi kami untuk mempelajari bagian II Cara Mengafdruk Film ke Kain Kasa Sablon.

Yuk bagi ilmu & info:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

196 thoughts on “Cara Mengafdruk Film Sablon (bag I)

  1. fauzi

    mas dani, itu obat afdruk nya warna hijau pakai obat merk apa ya? saya pakai obat afdruk excel warnanya putih, jadi kalo mau nyablon mau ngepasin gambarnya agak susah krn gak begitu jelas, makasih sebelumnya

    1. Pak Dani

      ini mas fauzi mau nyablon plastik/kertas/ kaos?

      umumnya obat afdruk hijau digunakan untuk sablon plastik/ kertas/ yang berbahan minyak gitu.
      kalau putih biasanya untuk kaos / berbahan dasar air

  2. putra

    mau tanya ni mas, obat afdruk paling baik untuk kaos yang warna apa ya? soalnya dipasaran banyak warna2nya. terus keunggulanya apa gt. saya biasa pakai yang warna orange merk ulano dan bremol. kalo kurang tebel masih sering ada sedikit yang larut waktu dibasahi air setelah disinari., jadi harus ditambal2.
    sebelumya makasih ya mas dani..

    1. Pak Dani

      kami sendiri lebih cocok dengan yang berwarna keunguan, warna orange juga tidak masalah koq, kalau ditanya mengenai yang bagus, tentu jawaban saya adalah cara mengafdruk yang baik dan benar itulah yang baik. karena mau pakai obat afdruk yang termahal dan tercanggih sekalipun bila proses pengafdrukannya tidak tepat/benar ya tentu hasilnya tidak maksimal.

  3. zhillan

    mas gan ane mo nanya dong
    ane pake ulano basis minyak yg 569
    kenapa stiap ane afdruk kok dengan metode yg sama dengan ulano tZ atau bremol selalu gagal
    jebol
    pdahal penyinaranya sudah ane bikin jauh lbh lama ampe 5 menit pake lampu dan 2 menitan di terik panas sinar matahari
    alhasil baru di siram air pelan2 sudah jebol

    apa ada ritual2 ane yg salah?

    1. Pak Dani

      waktu penyinaran dibuat 3 x lebih lama dari sebelumnya, jadi pakai lampu buat 15 menit, kalau matahari dengan jadi 5 menit,
      tapi bila hasilnya sami mawon seperti sebelumnya ada kemungkinan obat afdruknya sudah kadarluarsa.

  4. restu

    salam pak dani, saya pemula yang ingin sekali belajar sablon, yang ingin saya tanyakan adalah kenapa setiap kali saya mengafdruk tiap proses penyemprotan garis2 yang berukuran kecil sulit sekali terbuka, padahal yg berukuran besar bisa terbuka dgn sempurna,
    saya menggunakan Screen ukuran 61t, obat afdruk bremol, 2 lampu neon 20 watt, jarak lampu dan kaca +-15 cm, waktu penyinaran antara 5-10 menit hasilnya pasti sama, pola yg besar jadi, sementara garis2 yg kecil sulit terbuka, kalau dipaksa malah hancur,, mohon bantuannya pak dani…. oh iya untuk desain saya print ke kertas hvs, tapi pakai printer biasa bukan laser, baru setelah itu di fotokopi ke kertas kalkir

    1. Pak Dani

      Terima kasih atas pertanyaan dan informasi yang dijabarkan cukup lengkap sehingga kami bisa menelaah lebih tepat.

      dari penjelasan diatas untuk menghasilkan gbr yang maksimal dengan garis halus bisa keluar maka harus menggunakan film repro namanya. Karena dengan film repro hasil printnya itu pekat sehingga tidak mudah cahanya tembus.

      untuk cara darurat adalah dengan mengurangi waktu penyinaran, namun konsekuensinya hasil afdrukan akan lebih cepat rontok saat penyablonan nantinya.

  5. restu

    oh begitu pak,, makasih atas penjelasannya, bisa tolong dijelaskan tentang film repro? dan untuk membuat film repro sendiri bagaimana caranya ya?


Translate »